Selasa, 08 Agustus 2017

GSC Ikut Menyukseskan Festival Pendidikan Maluku 2017

Stand GSC Maluku

Program Generasi Sehat dan Cerdas (GSC) Provinsi Maluku ikut menyukseskan Festival Pendidikan Maluku 2017 yang berlangsung pada tanggal 5 Agustus 2017 di Lapangan Merdeka Kota Ambon.
Kegiatan yang di gelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku itu bertemakan  “Rayakan Kemerdekaan Guru dan Murid”, ajang ini juga sekaligus untuk menyambut Hari Kemerdekaan RI yang ke-72 Tahun, Dengan menggandeng Yayasan Heka Leka sebagai pelaksana utama, juga melibatkan beberapa intansi pemerintahan, pegiat pendidikan Maluku, Komunitas anak muda, tentunya juga Program Generasi Sehat Dan Cerdas.

Bukan Hanya Sekedar Stand Pameran, Tetapi Untuk Mengajak Semua Pihak Bersinergi

Pada Festival Pendidikan 2017 kali ini, GSC Maluku turut memberi warna dengan mengisi stand pada pameran, bukan sekedar menampilkan visualisasi, Fasilitator GSC dan Konsultan Manajemen Provinsi melakukan diseminasi kepada pengunjung tentang pentingnya pemenuhan hak dasar (Pendidikan dan kesehatan) bagi warga masyarakat menuju desa mandiri dan berdaulat.

Kunjungan Wakil Gubernur Maluku di Stand GSC Maluku
Antusias masyarakat yang berkunjung cukup ramai sejak pagi hari, tidak ketinggalan Wakil Gubernur Maluku. Dr. Zeth Sahuburua, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Mohammad Saleh Thio juga menyempatkan waktunya untuk melihat sekaligus diskusi dengan Tim Konsultan.

Kunjungan Orang Nomor Dua Maluku di Stand GSC disambut langsung oleh Korprov GSC Maluku Dwijo Darmono, KM-Nasional SP. Pendidikan Pepi Permadi, SPTR Maluku Arthur Rogi dan juga Korkab Pilot WB, mereka terlihat santai dan akrab saat berdiskusi sekaligus memperkenalkan Program GSC di Maluku.

Dalam diskusi tersebut, Wakil Gubernur Maluku Dr. Zeth Sahuburua, mengatakan bahwa “GSC sejalan dengan visi dan misi serta program kerja gubernur”. Dalam lanjutannya, dia berharap agar Program GSC terus berjalan.

kami beharap gsc terus ada, karena di 3 kabupaten ini, GSC banyak memberikan kontribusi terutama pemahaman tentang implementasi UU Desa No 6 2014”. Ungkap Sahuburua.

Kunjungan Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Provinsi Maluku di Stand GSC
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Mohammad Saleh Thio, juga memberikan apresiasi terhadap GSC dan para pelakunya, “GSC mengambil peran dalam penyediaan guru PAUD yg berkualitas melalui Pilot PAUD di Maluku Tengah”.

Bahkan pihaknya sangat berharap kedepannya ada kolaborasi lagi yang dapat dilakukan bersama, hal ini disampaikan dengan keinginannya untuk bisa bertemu kembali dalam rangka menyamakan pemahaman lanjut tentang GSC.

Korprov GSC sedang menjelaskan kegiatan GSC di Provinsi Maluku kepada Wakil Gubernur Maluku

GSC Memberikan Dampak Positif Pada Ajang Festival Pendidikan Maluku.

Selain mendapat respon positif dari Pemerintah Daerah Maluku, kehadiran GSC pada Festival Pendidikan tersebut juga disambut oleh masyarakat Kota Ambon, hal ini disampaikan oleh  para pengunjung. Ambil misal, Rani Pelupessy Aktivis GenPI Maluku yang setelah mendengar langsung penjelasan terkait keberadaan GSC di Maluku dirinya langsung memberikan apresiasi,  “Sukses buat GSC, semoga kedepannya bisa menyentuh semua Kabupaten di Maluku”, ujarnya.

Rani Pelupessy : Membaca Profil Duta GSC Maluku
Sementara itu, Lusi Peilow salah satu aktivis Perempuan Maluku, menuliskan komentarnya di facebook “Akhirnya bisa kenalan sama GSC Maluku, Sukses selalu ya”, yang dilanjutkan dengan komentar berikutnya “Semangat berkarya selalu untuk Generasi Maluku”. Tulis Lusi.

Namun, Perempuan yang sering membicarakan masalah pemberdayaan perempuan Maluku ini juga menyayangkan karena di Maluku GSC hanya ada di Tiga Kabupaten.

"GSC Merupakan salah satu terobosan yang cukup baik, sayangya di Maluku baru ada di 3 Kabupaten, ini perlu di dorong juga ke Kabupaten/Kota lain, terutama yang potensial kaum mudanya tetapi mati suri karena tidak adanya program strategis di daerah untuk menghidupkan mereka". Tegas Lusi

Lusi Peilow : Nampak sserius membaca tulisan-tulisan GSC

Melihat respon positif dengan kehadiran GSC Maluku pada Festival Pendidikan Maluku tersebut, Konsultan Manajemen Nasional Spesialis Pendidikan, Pepi Permadi yang juga menghadiri Festival Pendidikan tersebut, memberikan apresiasi kepada seluruh stakeholders pendidikan di Maluku, dia juga mengatakan bahwa dengan kehadiran GSC akan memberikan dampak positif bagi pengambil keputusan.
 “Keikutsertaan GSC dalam Festival di Provinsi dan Kabupaten, akan memberikan dampak positif bagi pengambil kebijakan, didukung data real tentang permasalahan dan jumlah sasaran berbasis desa”. Ungkap Pepi.

Pepi Permadi : KMN Sp. Pendidikan bersama anak-anak Maluku
Dikatakannya bahwa, GSC merupakan program fasilitasi masyarakat untuk menemukan/kenali masalah dan potensi di bidang Pendidikan dan kesehatan pedesaan. Melalui GSC secara bertahap masyarakat yang tidak memiliki akses terhadap hak pendidikan dipenuhi atas dasar peran serta masyarakat di lingkungan terdekatnya.

Dalam lanjutnnya, Kang Pepi begitulah sapaan sehari-harinya, dia menegaskan bahwa hal tersebut diatas merupakan yang utama dalam membangun kepedulian masyarakat  terhadap  pemenuhan hak anak mendapat pendidikan dasar termasuk bagi ABK. Karena dalam menangani masalah pendidikan tidak bisa dilakukan secara parsial oleh pihak tertentu atau pemerintah saja, perlu adanya keterlibatan keluarga dan masyarakat termasuk dunia usaha dan kelompok peduli pendidikan, jelas pepi.          

Festival Pendidikan Maluku Sebagai Ajang Diseminasi Pentingnya Pemenuhan Hak Dasar Pendidikan Dan Kesehatan Masyarakat.

Selain berpusat di Kota Ambon, Festival Pendidikan juga dilaksanakan di Kecamatan Saparua Kabupaten Maluku Tengah yang berlangsung pada tanggal 3 Agustus 2017, dan juga di Kecamatan Kei Kecil Barat Kabupaten Maluku Tenggara.

Festival Pendidikan di Kei Kecil Barat Kab. Maluku Tenggara.  (Dok. Faskab Maluku Tenggara)
Pelaksanaan Festival Pendidikan ini juga merupakan bagian dari upaya dalam mewujudkan Sembilan Agenda Prioritas (Nawacita) Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusup Kalla  yakni Nawacita ke 3 “Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan” dan Nawacita ke 5 “meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat”.

Festival Pendidikan Kei

Festival Pendidikan Kei yang direncanakan pada tanggal 7 – 9 Agustus 2017 itu, langsung di motori oleh Tim Fasilitator GSC Kabupaten Maluku Tenggara sekaligus akan mengisi Workhsop, meskipun pada awalnya bersama Tim Konsultan Manajemen Provinsi  berencana menghadirkan Direktur Pelayanan Sosial Dasar Ditjen PPMD Kemendesa Hanibal Hamidi pada festival tersebut, namun karena kesibukan beliau hanya bisa diwakilkan oleh Bastaman Kusumadewa salah satu Kasubdit pada Direktorat PSD Ditjen PPMD Kemendesa.

Foto  Bersama Bastaman Kusumadewa  dengan Camat Kei Kecil Barat (Dok Faskab GSc Maluku Tenggara)
Bastaman Kusumadewa Bersama anak-anak Kei (Dok Faskab GSC Maluku Tenggara)
Semoga dengan keterlibatan GSC pada ajang Festival Pendidikan Maluku 2017 ini, dapat menambah semangat buat Fasilitator di lapangan dalam membangun kolaborasi, bersinergi dengan semua pihak untuk mewujudkan kedaulatan dan kesejahteraan desa dengan peningkatan kualitas Pelayanan Sosial Dasar di Desa. (RL)

Video Festival Pendidikan Maluku dapat dilihat Disini



Editor : SPTR Maluku
Share: