Rabu, 12 Juli 2017

Sering Kali Mendapat Tekanan, Perempuan Tangguh Ini Tidak Berhenti Melayani

Rufina Sangur Saat Memfasilitasi Musyawarah

Yanad, Ubud ar dir hiluk mem
 yang artinya Anak-anak dan cucu adalah masa depan orang tua dan kampung halaman kedepan, mereka akan berdiri sebagai ujung tombak dan sebagai pemimpin.

Begitulah filosofi leluhur Kei yang turun-temurun dan dipegang oleh masyarakat disana. Kunci membangun Desa ke depan adalah Anak-anak selaku generasi, sebab mereka akan melanjutkan kepemimpinan orang tua dalam mengabdi serta membangun Kampung halaman untuk menjadi lebih baik.

Sekilas membaca filosofi diatas, mungkin terdengar biasa saja, namun tahukan anda bahwa kalimat itu sangat kuat pengaruhnya bagi masyarakat yang loyal ingin membangun kampung halaman, mau dalam kondisi apapun mereka akan tetap ingin maju untuk melakukan perubahan. Hal ini dapat dilihat pada sosok perempuan tangguh yang sudah sering merasakan manis pahitnya berjuang untuk mensejahterakan masyarakat miskin.

Rufina Sangur (57 Tahun) adalah pelaku GSC yang dipilih sebagai Kader Pemberdayaan Masyarakat Ohoi(KPMO/KPMD) di Desa Elralang Kecamatan Kei Besar Kabupaten Maluku Tenggara. Dia adalah sosok inspiratif dan juga penggerak program Generasi Sehat dan Cerdas (GSC) sejak tahun 2012 dengan Insentif yang didapat sampai tahun 2014 sebesar Rp 60.000 dari Program GSC. Meskipun tinggal di daerah ekstrim dan hanya diberi honor yang cukup kecil, beruntunglah memasuki tahun 2015-2016 insentifnya naik sebesar Rp.150.00 dan pada akhirnya turun lagi senilai Rp. 130.000 di tahun 2017 ini, namun tidak mengurangi semangatnya untuk tetap berjuang, bekerja keras demi kepentingan masyarakat miskin di Ohoi Elralang.

Aktivitas Posyandu Sekaligus Penyerahan Bantuan

Elralang adalah salah satu Ohoi/Desa yang berada di kecamatan Kei Besar Kabupaten Maluku Tenggara Provinsi Maluku. Desa ini membawahi 8 Dusun yaitu Dusun Wakol, Ngurdu, Soinrat, Bombay, Ngat, Watsin, Sirbante, Wearmaf, dengan kondisi geografis yang cukup luas dan ekstrim, serta tidak didukung dengan akses jalan yang kurang baik.

Intervensi GSC pada Desa Elralang semenjak 2012 hanyamengikutsertakan 7 Dusun saja, Sedangkan Dusun Soinrat tidak berpartisipasi dan menolak Program GSC.

Mendapat Tekanan di Tahun-Tahun Pertama

Semenjak berproses dari tahun 2012 sampai 2014, Rufina Sangur dan pelaku KPMO/KPMD lainnya memiliki semangat dan kepedulian yang sangat luar biasa. Peduli, pantang menyerah dan kerja keras dalam memperjuangkan program GSC untuk dapat memuhi kebutuhan masyarakat miskin, mereka melakukannya dengan segala kekurangan bahkan kerterbatasan pengetahuan tentang program, namun dengan keyakinan dan keinginan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat miskin di desa, mereka harus belajar dan bekerja keras.

Memfasilitasi penggalian gagasan, dengan berjalan kaki dari Dusun ke Dusun dengan jangkauan yang cukup jauh, naik gunung turun gunung tanpa bermodalkan biaya transportasi dan biaya makan minum.

Di Saat Rufina Sangur dan pelaku lainnya berupaya keras agar Desa Elralang bisa masuk pada program GSC ditahun 2012 tersebut, ternyata hanya 7 Dusun saja yang ikut berpartisipasi.
Upaya untuk semua Dusun berpartisipasi di tahun pertama 2012 sering mendapat tantangan misalnya di Dusun Ngurdu yang kondisinya tidak kondusif karena hubungan antara Para Kader Posyandu dengan Kepala Dusun tidak harmonis, akan tetapi selaku KPMO Rufina Sangur tetap sabar dan terus berjuang dalam mensosialisasikan program GSC.

Hal yang sama juga dialami di Dusun Soinrat, ketika bertemu dengan Kepala Dusun dan para Kader Posyandu untuk melakukan pengambilan data, justru Kepala Dusun Soinrat melakukan penolakan, karena rendahnya pengetahuan dan pemahaman tentang program, namun Rufina Sangur dan temanya Maria Ulahayanan (56 Tahun) terus memberikan pemahaman bahwa tujuan Program GSC adalah untuk mencerdaskan anak bangsa, serta memberdayakan masyarakat miskin melalui kegiatan di bidang pendidikan dan kesehatan. Akan tetapi Kepala Dusun tidak menggubris penyampaian mereka sehingga Dusun Soinrat tidak ikut berpartisipasi dalam Program GSC di Tahun 2012.

Menyerahkan Bantuan dari GSC Untuk Masyarakat

GSC Memberikan Bukti Nyata
Memasuki Tahun Anggaran 2013, setelah melihat perkembangan dengan adanya program GSC, Dusun Soinrat yang awalnya menolak untuk berpartisipasi, akhirnya mulai menyadari betapa pentingnya Program GSC bagi masyarakat miskin.
Singkat cerita setelah bisa membuktikan keberhasilan GSC, memasuki tahun 2013-2014 akhirnya GSC bisa mengintervensi 8 dusun di Ohoi Elralang, masyarakt pun mulai menyambut kehadiran pelaku KPMO dengan baik, meskipun pada saat memfasilitasi tahapan serta pengambilan data sasaran dengan berjalan kaki naik gunung turun gunung, namun tidak mengurangi semangat  Ibu Sangur untuk melakukannya.

Memasuki Tahun 2015 semua Dusun manjadi Desa defenitif, sehingga masing-masing Desa menjadi mandiri dan memiliki pelaku sendiri, mereka pun berproses dalam Program GSC mengurusi Desa masing-masing.

Mendapat Tekanan Dari Keluarga
Ibu Sangur begitulah sapaannya sehari-hari, dia tidak hanya di perhadapkan dengan masalah di tengah masyarakat, namun juga mendapat cercaan dari Suami karena dianggap tidak bisa mengurusi keluarga dan lebih banyak meluangkan waktu diluar. Padahal apa yang dilakukan Ibu Sangur adalah semata untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat miskin.
Meskipun sering mendapat tekanan dari pihak keluarga, namun dirinya tetap hadapi dengan sabar, dan terus memberikan pengertian kepada keluarga bahwa hidup itu adalah pengabdian.
Melihat semangat dan ketekunan Ibu Sangur, suaminya pun akhirnya sadar dan  mendukung tugas yang diembankan kepadanya.

Ora Et Labora
Menurut pengakuan Asisten Fasilitator Kecamatan Kei Besar Cristianus Ufie, bahwa Rufina Sangur adalah sosok yang rendah hati, santun,  tekun, jujur, sabar, semangat meskipun usianya sudah terbilang tua namun dalam bekerja dia tidak mengenal lelah, Rufina Sangur juga adalah sosok yang humoris, sehingga dirinya banyak disenangi oleh masyarakat.
Dalam kehidupan sehari-harinya dia selalu berpegang pada doa, seperti istilah yang sering kita dengar Ora Et Labora yang artinya Berdoa dan Bekerja. 

Ibu Rufina Sangur saat menerima Piagam Penghargaan Menteri Kesehatan RI Tahun 2015 di Langgur “PIAGAM KADER LESTARI 20 TAHUN”

Berikut ini kami menghimpun pengabdian yang sudah dilakukan dan kepercayaan masyarakat terhadap  Rufina Sangur :
·          KADER POSYANDU
Tahun 1985 – sekarang, dipilih  sebagai Kader Posyandu dengan jabatan Ketua Kader. Sudah kurang lebih 32 Tahun, Ibu Sangur telah menunjukan kecintaan, kesetiaan, ketekunan, dan kesabaran dengan dedikasinya sebagai kader posyandu untuk melayani masyarakat di bidang kesehatan.  Lamanya pengabdian sebagai kader posyandu ini turut memberikan bukti nyata sebagai kader pertama yang ditunjuk oleh Puskesmas Watsin sekaligus mewakili seluruh Kader Posyandu se-Kecamatan Kei Besar dalam menyabet gelar piagam penghargaan dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia yaitu “PIAGAM KADER LESTARI 20 TAHUN” tahun 2015 di Langgur. Penerimaan Piagam Penghargaan ini bertujuan agar memotivasi semangat dan meningkatkan pengabdian bagi masyarakat di bidang kesehatan.
·          KADER PEMBERDAYAAN MASYARAKAT OHOI/DESA (KPMO)
Tahun 2012-2014, dipilih oleh masyarakat Ohoi Elralang sebagai pelaku Program GSC yaitu Kader Pemberdayaan Masyarakat Ohoi (KPMO) Elralang (Ohoi Induk) yang membawahi 8 Dusun yaitu Dusun Wakol, Ngurdu, Soinrat, Wearmaf, Bombay, Watsin, Sirbante dan Ngat. Tahun 2014 Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara mengeluarkan peraturan Pemekaran bagi setiap dusun se-Kabupaten Maluku Teggara untuk dimekarkan menjadi Desa/Ohoi, dan Tahun 2015 masyarakat Ohoi Watsin tetap memilih Ibu Sangur sebagai pelaku KPMO sampai saat ini.
 ·         TIM PENYUSUNAN RANCANGAN RPJM OHOI WATSIN
Tahun 2016-sekarang, diangkat dengan Surat Keputusan (SK) Kepala Ohoi Watsin  mewakili pelaku GSC untuk masuk kedalam Tim Penyusunan Rancangan RPJM Ohoi Watsin.
 ·         ORGANISASI PKK OHOI WATSIN
Tahun 2016-sekarang, dipilih sebagai Wakil Ketua PKK Ohoi Watsin sekaligus menjabat  sebagai Wakil Ketua Pokja IV (Bidang Kesehatan).
·          Utusan BKKBN
Tahun 1995, diutus oleh BKKBN mewakili seluruh kecamatan di Pulau Kei Besar untuk ikut Jambore KB puncak 50 tahun di Hutumury Ambon.

Begitulah ulasan pengabdian Rufina Sangur, perempuan tangguh dari Ohoi Elralang Kecamatan Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara. (RL)

Keterangan:
Ohoi : Desa

***

Share: