Jumat, 25 Agustus 2017

12 Tahun Stera Menahan Sakit, Akhirnya Ditangani Oleh GSC

Stera Swin Papilaya saat mendapat perawatan

Di Negeri Abubu Kecamatan Nusalaut Kabupaten Maluku Tengah, hidup pasangan suami istri Fredy Papilaya dan Magdalena Papilaya, mereka memiliki empat orang anak dengan kehidupan pas-pasan. Kondisi itu semaking menyulitkan setelah mengetahui bahwa salah satu anak mereka mengalami kelainan.

Stera Swin Papilaya (13) begitulah nama lengkap anak yang lahir dari pasangan Fredy dan Magdalena. Sejak berusia 3 bulan, Stera telah menderita penyakit di bagian kelamin, yang kemudian diketahui adalah Hernia.

Saat berusia 3 tahun, stera pernah dibawah ke dokter ahli anak di Apotik Natsepa Ambon, tetapi dokter belum bisa menangani karena usianya yang masih belia, saat itu dokter menyarankan agar Stera baru bisa di operasi pada usianya 10 tahun, Namun karena kondisi ekonomi yang tidak mencukupi, stera baru mendapat penanganan secara serius ditahun 2016.

Semakin bertambah usianya penyakit ini kian menyiksa, setiap aktifitasnya baik di Sekolah maupun di lingkungan tempat tinggalnya dia selalu merasa kesakitan, Misalnya dalam mengkuti jam pelajaran seperti olahraga, Strera terpaksa harus melakukannya dengan menahan rasa sakit bahkan sering alpa mengkutinya, sehingga dia mulai jarang ke sekolah. Lebih menyakitkan lagi dia selalu diejek oleh teman-temannya, hingga membuat siswi kelas I SMP Negeri Abubu ini menjadi malu bahkan menangisi keadaan yang menyiksanya selama 12 tahun.

Orang tuanya pun seperti tak berdaya melihat kondisi anak perempuan mereka dan hanya bersabar untuk menunggu kiranya ada pihak yang bisa membantu pengobatan, karena mereka sendiri tidak memiliki penghasilan tetap dan tergolong keluarga miskin di negeri Abubu.

Penanganan Oleh GSC

Mengetahui kondisi Stera, melalui Yos Wattimena yang juga merupakan pelaku Negeri yakni dari unsur TPMD, mereka menyampaikan kondisi tersebut pada saat Musyawarah Negeri Sosialisasi tahun 2014 lalu, sehingga penanganan pengobatan untuk Stera disepakati sebagai usulan kegiatan yang didanai program GSC Negeri Abubu T.A 2014.

Sebagai langkah awal penanganan, pelaku GSC Negeri Abubu langsung bertindak untuk melakukan pemeriksaan ke dokter bulan November 2014 lalu, di Puskesmas Negeri Ameth Kecamatan Nusalaut.

Namun setelah ada rujukan dari dokter untuk pananganan selanjutnya, kondisi Stera belum bisa ditangani, hal ini membuat orang tuanya sempat kecewa karena pengurusan administrasi di puskesmas, serta terundanya penanganan dari GSC disebabkan adanya kekosongan FK ditahun 2014.

Selain kekosongan FK, hambatan penanganan lainnya karena terjadi revisi kegiatan tahun anggaran 2014 melalui Musyawarah Khusus Negeri di akhir tahun 2015, proses revisi kegiatan tahun 2014 bisa dibilang cukup lama dikarenakan tidak ada data yang valid di desa setelah FK lama meninggalkan lokasi.
Beruntunglah setelah adanya pengisian FK ditahun 2015 atas nama Agnes S.E. Haliwela, sehingga ditetapkanlah pembiayayaan terhadap Stera, dibuatkan RABnya untuk pembiayaan kegiatan yang dimaksud ,  barulah ditahun 2016 dia bisa di operasi.

Pada Juli 2016 lalu, ada pengobatan gratis yang dilakukan oleh TNI di Puskesmas Ameth Kecamatan Nusalaut. Saat itu mantan FK Nusalaut Agnes S.E. Haliwela (kini telah direlokasi ke Kecamatan Teluk Elpaputih) melakukan koordinasi dengan Pelaku Negeri untuk membawa stera ke pengobatan gratis agar dapat diperiksa oleh dokter sehingga mereka bisa mengetahui kondisi stera, dan mendapat rujukan untuk pengobatan lanjutan ke Rumah Sakit.

Setelah diperiksa oleh dokter ahli beda, stera disarankan agar segera di operasi. Kondisi tersebut membuat orang tua tidak bisa berbuat apa-apa lagi.  Sehingga FK dan para pelaku negeri mengambil tindakan untuk menanganinya, yang kebetulan nama Stera pernah diusulkan sejak tahun 2014, namun karena adanya kekosongan FK dan revisi kegiatan sehingga penanganannya tertunda sampai  Agustus 2016, tepat stera berusia 12 tahun.

Dengan dana awal yang diusulkan saat itu untuk penanganan Stera adalah Rp. 4.344.797.00, kemudian direvisi pada tahun 2015 senilai Rp.4.703.000, alasannya untuk RAB yang pertama tidak terinci dengan baik (tidak ada biaya transportasi).  

Selama setahun Stera menunggu untuk diobati, dana GSC kembali bisa disalurkan, penanganan untuk Stera akhirnya dapat dilakukan. Pelaku GSC negeri Abubu (ibu Yos Wattimena) mendampingi Stera untuk melakukan penanganan dengan pendanaan dari program GSC T.A 2014 yang telah direvisi.

Bulan Agustus 2016 lalu, Stera menjalani operasi Hernia di Rumah Sakit Tentara (RST) Ambon. Setelah operasi dilakukan dan melalui perawatan yang intens dari tenaga kesehatan maupun orang tuanya, akhirnya dia bisa disembuhkan dan bebas dari penyakit yang dideritanya itu.

Setelah mendapat penanganan dari GSC, Stera bisa kembali sekolah dan bermain seperti anak-anak yang lain
Kini Stera telah kembali bersekolah dan melakukan aktifitas sehari-hari seperti teman-temannya yang lain, Stera sudah pulih 100%, bahkan dalam pergaulan sudah tidak merasa malu dan kaku lagi. Disekolah dia aktif seperti teman-teman yang lain dan juga sangat aktif mengikuti kegiatan ekstra sekolah.

Meskipun proses penangan yang cukup lama, tetapi orang tua merasa puas dengan proses Yang sudah stera dapatkan.

“Terima kasih GSC karena telah membantu menolong anak kami sehingga dia bebas dari rasa sakit dan malu karena penyakitnya”, demikian ucapan terima kasih yang disampaikan oleh orang tua Stera.*

**
Penulis : Thomas Wattimena (FK GSC Kecamatan Nusalaut)
Editor   : R. Leikawa (Supporting Staff GSC Maluku)

















Share: