Selasa, 04 Juli 2017

KISAH STERA, SI PENDERITA HERNIA

Stera Swin Papilaya : Saat mendapat perawatan di Rumah Sakit

Kisah ini terjadi 3 tahun yang lalu. Stera Swin Papilaya begitulah nama lengkap anak berusia 12 tahun yang lahir dari pasangan Fredy Papilaya dan Magdalena Papilaya, mereka berdomsili di negeri Abubu Kecamatan Nusalaut Kabupaten Maluku Tengah.
Sejak berusia 3 bulan, Stera telah menderita penyakit di bagian kelamin yang disebut hernia. Semakin bertambah usianya penyakit ini kian menyiksa dalam setiap aktifitasnya di Sekolah maupun di lingkungan sekitar tempat tinggalnya.
Ketika mengkuti jam pelajaran seperti olahraga, Strera terpaksa harus melakukannya dengan menahan rasa sakit bahkan sering harus alpa mengkutinya, sehingga dia mulai jarang ke sekolah. Lebih menyakitkan lagi Stera sering diejek oleh teman-temannya yang membuat siswi kelas I SMP Negeri Abubu ini menjadi malu bahkan menangisi keadaan yang sudah mulai menyiksanya selama lebih dari 1 tahun.
Orang tuanya pun seperti tak berdaya melihat kondisi anak perempuan mereka dan hanya bersabar untuk menunggu kiranya ada pihak yang bisa membantu pengobatannya, karena mereka sendiri tidak memiliki penghasilan tetap dan tergolong keluarga miskin di negeri Abubu.

PENANGANAN OLEH GSC
Mengetahui kondisi Stera, melalui Yos Wattimena yang juga merupakan pelaku Negeri yakni dari unsur TPMN, mereka menyampaikan kondisi tersebut pada saat Musyawarah Negeri Sosialisasi tahun 2014, sehingga penanganan pengobatan bagi Stera disepakati sebagai usulan kegiatan yang didanai program GSC Negeri Abubu T.A 2014.
Tidak menunggu waktu yang lama, mereka langsung melakukan pemeriksaan ke dokter pada bulan November 2014  di Puskesmas negeri Ameth Kecamatan Nusalaut sebagai langkah awal penanganan.
Namun setelah ada rujukan dari dokter untuk pananganan selanjutnya, kondisi Stera belum bisa ditangani lagi karena alasan tertentu. Disisi lain dengan adanya kebijakan program memasuki tahun 2015 untuk penghentian sementara penyaluran dana,  Orang tua Stera merasa kecewa dan ingin mengobati anaknya sendiri, namun apalah daya, dengan keinginan kuat untuk mengobati Stera namun kemampuan keuangan yang terbatas akhirnya mereka harus sabar menunggu.
Setelah selama kurang dari satu tahun setelah dana GSC kembali bisa disalurkan, penanganan untuk Stera akhirnya dapat dilakukan. Pelaku GSC negeri Abubu (ibu Yos Wattimena) kemudian mendampingi untuk melakukan penanganan segera bagi Stera dengan pendanaan dari program GSC T.A 2014.
Bulan Agustus 2015 lalu, akhirnya Stera menjalani operasi hernia di Rumah Sakit Tentara (RST) Ambon. Setelah operasi dilakukan dan melalui perawatan yang intens dari tenaga kesehatan maupun orang tua stera sendiri, akhirnya Stera telah sembuh dan bebas dari penyakit yang dideritanya itu.
Kini Stera telah kembali bersekolah dan melakukan aktifitas sehari-hari seperti teman-temannya yang lain, dia sudah tidak lagi merasakan sakit apalagi rasa malu yang selama ini melekat pada dirinya.
“Terima kasih GSC karena telah membantu menolong anak kami sehingga dia bebas dari rasa sakit dan malu karena penyakitnya”, demikian ucapan terima kasih yang disampaikan oleh orang tua Stera.

Penulis : Thomas Wattimena (FK GSC Kecamatan Nusalaut)
Editor   : Rusda Leikawa (Supporting Staff GSC Maluku)

Konidisi Stera Swin Papilaya Saat Ini
















Share: