Selasa, 22 Agustus 2017

Berkat Intervensi GSC, Tania Rahkbauw Bisa Belajar Dengan Baik.

Tania Rahakbauw di dampingi Pelaku GSC Kei Besar saat melakukan Pemeriksaan. Dok GSC Kei Besar

Tania Rahakbauw, saat ini berusia 14 Tahun dan tercatat sebagai siswi Kelas VIII pada SMP Satu Atap Yamtel - Waurtahait.  Tidak ada yang aneh, Tania sekolah, belajar, bermain, serta membantu orang tua sama seperti anak-anak lain di kampugnya, Desa Waurtahait Kecamatan Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara.

Dia terlihat normal pada siang hari, aktif tanpa ada masalah.  Namun, kondisinya menjadi lain ketika hari beranjak senja sampai malam tiba, Tania hanya dapat berdiam diri dikamarnya, aktivitas belajar pun terhenti, bahkan tidak bisa bergerak bebas seperti teman-temannya.

Kondisi ini telah berlangsung ± 2 tahun, sejak Tania berada di kelas VI Sekolah Dasar. Tentunya sangat menghambat dirinya untuk belajar pada saat malam hari, seperti yang dilakukan oleh teman-temannya.

Hasil Pendataan KPMD, Tania Masuk Sasaran Prioritas

Setelah Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD), atau dalam istilah masyarakat Kei  KPMO, bersama dengan TPMD/TPMO melakukan pendataan di masyarakat, mereka menemukan permasalahan yang di hadapi Tania.

Dari hasil temuan tersebut, pelaku GSC langsung bertindak untuk segera melakukan koordinasi dengan Staf Pemerintah Ohoi Waurtahait agar menetapkan Tania masuk dalam sasaran yang harus diprioritaskan dengan jenis usulan kegiatan yang  bisa menjawab permasalahan Tania Rahakbauw.
Lewat alokasi dana Program GSC Tahun Anggaran 2015 lalu, anak berkulit hitam manis itu,  diintervensi melalui jenis kegiatan Pemeriksaan dan Pengadaan Alat Bantu bagi ABK. 

Tania dibawa ke Puskesmas Elat untuk diperiksa langsung oleh Dokter Puskesmas, sekaligus memberikan rujukan ke RSUD Karel Satsuitubun Langgur. Berdasarkan rujukan tersebut, Tania didampingi Pelaku Pelaksana Kegiatan (PK) Ohoi Waurtahait dan Bendahara UPK membawanya ke RSUD Karel Satsuitubun di Langgur.

Proses Pemeriksaan . Dok. GSC Kei Besar

Setelah diperiksa, ternyata diketahui bahwa dia mengalami Rabun Senja, Dokter memberikan pengobatan, dan merekomendasikan adanya bantuan alat kaca mata sehingga tidak perlu Rawat Inap.

Proses selanjutnya, Pelaku GSC membawa dirinya ke Optik Internasional yang juga berlokasi di Langgur.  Setelah dilakukan pemeriksaan, akhirnya Tania Rahakbauw dibantu dengan menggunakan kaca mata.

Seluruh pendanaan untuk transportasi, akomodasi, dan biaya pemeriksaan juga pengadaan alat bantu kaca mata tersebut dibiayai oleh Dana BLM Program GSC Tahun Anggaran 2015 sebesar Rp. 2.500.000.

Kerjasama Yang Baik Tidak Mengkhianati Hasil

Berkat kerjasama dan doa, Tuhan memberikan kasih-Nya sehingga Tania sudah bisa beraktivitas seperti biasa dengan teman-temannya.
Malam yang dulu dilalui dengan berdiam diri, sekarang berubah total.  Dia mulai rajin belajar, baik sendiri maupun bersama teman-temannya. Sudah tidak ada lagi gangguan penglihatan pada malam hari, senang rasanya melihat kondisi Tania kembali pulih seperti anak-anak seusianya.

Ungkapan syukur tak terhingga kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, juga terhadap adanya Program Generasi Sehat dan Cerdas yang turut membantu, teman-teman pelaku Program GSC, Aparatur Pemerintahan Ohoi (Desa) Waurtahait, dan Dinas Layanan Kesehatan baik dari Puskesmas Elat maupun Dokter dan Staf RSUD Karel Satsuitubun Langgur.

Kondisi Tania Rahakbauw  Saat ini. Dok GSC Kei Besar

Ini adalah bentuk intervensi Program Generasi Sehat dan Cerdas Kecamatan Kei Besar Kabupaten Maluku Tenggara yang ikut membantu sasaran Non User agar tidak terputus masa depannya.  Membantu anak usia sekolah agar terus bersekolah, menjadi harapan semua pihak, terutama keluarga untuk terus memotivasi, memantau dan menjaga kesehatan anak-anaknya serta mendorong agar tetap sekolah.

Kini, Tania Rahakbauw telah kembali ceria, bersekolah dan bermain bersama teman-temannya. Semoga intervensi dari Pemerintah melalui Program GSC ini, dapat memicu adanya perubahan perilaku yang lebih baik kepada masyarakat yang sadar akan pentingnya kesehatan, mampu menjaga generasi-generasi tetap sehat, giat belajar, dan terus bersekolah dengan baik. Sukses Bersama Membangun Generasi Indonesia.*

**
Penulis : Roby Labetubun (FK GSC Kecamatan Kei Besar)
Editor   : R. Leikawa (Staf Konsultan GSC Maluku)
Share: