Senin, 06 Februari 2017

Beginilah Kondisi Rumah Singgah Untuk Anak Sekolah Solea

Kondisi Rumah Singgah Negeri Administratif Solea 

Negeri Administratif Solea adalah salah satu desa adminsitratif di Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Jarak menuju Kota Kecamatan adalah
± 14 atau 15 Km. Disana tidak ada angkutan regular sehingga masyarakat biasa berjalan kaki. Sementara untuk mencakup sekolah harus butuh waktu yang cukup lama, dengan jarak  ±  12 sampai dengan 14 KM. Beberapa warga memiliki kendaraan pribadi namun bila musim hujan,  tidak dapat digunakan karena kondisi jalan yang belum di aspal, berlumpur dan tidak ada jembatan permanen, padahal mereka harus melewati empat sungai. Jika mengalami situasi sulit dalam perjalanan, biasanya warga langsung menitipkan kendaraanya  di Rumah Singgah.
Jarak yang ditempuh dari negeri induk ke Rumah Singgah adalah ± 6 Km, dan  jarak dari Rumah Singgah ke Sekolah (SMP) ± 6 Km, sementara  jarak dari Rumah Singgah ke SMA ± 8 Km.


Menyadari sulitnya akses antara negeri induk dengan pusat Kecamatan serta pusat layanan, salah satu warga setempat menyediahkan rumahnya sebagai tempat persinggahan, kemudian dijadikan sebagai  Rumah Singgah umum yang di fungsikan untuk menampung anak sekolah terutama siswa SMP dan SMA, tempat singgahnya masyarakat negeri apabila akan melakukan pemeriksaan ke Puskesmas atau jika ada keperluan ke luar desa.

Masyarak Negeri Administratif Solea Harus Menempuh Perjalan Jauh Dengan Berjalan Kaki

Pendiri Rumah Singgah

Yan Makualaina (39 tahun) adalah warga Negeri Administrasi Solea, dialah yang mendirikan rumah singgah  tersebut sejak tahun 2010 lalu, awalnya rumah itu adalah tempat tinggalnya bersama keluarga.
Namun karena Yan Makualaina pernah merasakan sulitnya menempuh perjalanan jauh menujuh sekolah dan juga pernah merasakan hidup menumpang di rumah orang untuk medekatkan akses ke sekolah.
Dari situlah dia berinisiatif membeli lahan kebun untuk bercocok tanam dan membangun sebuah rumah yang pada akhirnya dijadikan sebagai tempat singgah anak sekolah dari Negeri Solea.
Selain pernah miliki pengalaman pahit untuk bersekolah, motivasi lain untuk membangun rumah singgah itu adalah dia tidak ingin ada anak yang putus sekolah hanya karena sulitnya akses serta jarak tempuh yang sangat jauh dari tempat tinggal warga.

Bentuk rumah singgah ini adalah rumah panggung dengan ukuran 4 x 7 m. terdiri dari dua kamar tidur, satu untuk kamar tidur keluarga dan satu untuk kamar tidur anak/siswa perempuan, satu ruangan lagi digunakan untuk aktivitas umum.

Anak-anak Rumah Singgah

Anak-Anak Rumah Singgah

Awalnya jumlah siswa yang tinggal di rumah singgah sekitar 26 orang. Namun saat ini tinggal 13 anak saja, Karena ada yang sudah lulus sekolah. Jumlah itu akan bertambah lagi jika ada penerimaan siswa baru.

Anak-anak Rumah Singgah akan pulang ke rumah orang tuanya seminggu sekali atau pada saat liburan. Dan jika mereka kembali ke Rumah Singgah biasanya membawa bekal untuk kebutuhan makan sehari-hari dalam seminggu, kadang juga dibantu oleh Bapak Yan Makualaina.  
Aktivitas mereka diluar jam sekolah adalah membantu Bapak Yan Makualaina di kebun dan belajar di malam hari walaupun minim penerangan.

Kondisi Rumah Singgah yang terlihat seperti rumah kebun itu tidak layak untuk ditempati para siswa, selain tidak ada listrik, juga tidak tersedia kamar mandi, sehingga semua aktivitas MCK langsung ke sungai yang tidak jauh dari belakang Rumah Singgah. Akan tetapi anak-anak merasa nyaman dengan kondisi tersebut bila dibanding harus berjalan kaki dari negeri induk ke sekolah dengan jarak ±  12 km sampai dengan 14 km.

Sentuhan Program Pemerintah

 Program Generasi Sehat dan Cerdas (GSC)
Salah satu program pemerintah yang aktif mengintervensi masyarakat di Kecamatan Seram Utara khususnya Negeri Administratif Solea adalah program Generasi Sehat dan cerdas (GSC), meskipun hanya memberikan bantuan perlengkapan sekolah kepada para siswa (SMP), namun setidaknya sudah mengurangi beban masyarakat miskin yang ekonominya lemah.

Kunjungan Asisten FK GSC ke Rumah Singgah
Dana Desa  
Selain GSC yang peduli terhadap pendidikan masyarakat Negeri Administratif Solea, saat ini lagi dibangun Rumah Singgah berukuran 8 x 14 meter dengan menggunakan Dana Desa, yang rencanaya dibentuk seperti asrama dengan 6 kamar dan ruangan belajar. Sayangnya anggaran Dana Desa tersebut untuk bangunan fisiknya saja, sementara mobiler tidak dianggarkan karena dananya tidak cukup. Untuk itu warga setempat sangat berharap ada perhatian dan bantuan dari pemerintah maupun donator lain.




Sumber : Tim Fasilitator GSC Seram Utara
Editing  : Dwi_Rus 
Share: