Rabu, 18 Januari 2017

1000 Harapan ABK Untuk GSC

Kondisi Cory Pernaubun Sebelum di Interpensi GSC

 Program Generasi Sehat dan Cerdas (GSC) hadir dan turut memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat pinggiran dinegeri ini, terutama bagi Anak yang Berkebutuhan Khusus (ABK) yang berasal dari keluarga Rumah Tangga Miskin. Hal ini bukan hal baru lagi, akan tetapi sudah berjalan sejak tahun 2007 lalu, di Provinsi Maluku sendiri Program GSC baru hadir pada tahun 2012, hingga saat ini ada tiga Kabupaten yang di tanganinya, yakni Kabupaten Maluku Tengah, Maluku Tenggara dan Kabupaten Maluku Tenggara Barat, dengan 24 kecamatan yang tersebar di tiga kabupaten tersebut, salah satunya adalah Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah. Pada tulisan ini akan dikisahkan cerita sukses dari Negeri Amahai, Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku.

Bertemu “Cory” Anak Berkebutuhan Khusus
Setalah melakukan sosialisasi oleh Pelaku Generasi Sehat dan Cerdas (GSC) di Kecamatan Amahai pada tahun 2013 lalu, kemudian dilanjutkan dengan pengamatan data lapangan sebagai input data sasaran dalam program GSC keseluruh lingkungan, Negeri dan dusun di Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah. Tepatnya di dusun Karay dengan jarak dari Negeri Induk Amahai ± 3 KM, ditemukanlah Cory Pernaubun, anak berumur 7 tahun dalam kondisi tak berdaya.
Cory Pernaubun, lahir ditengah keluarga yang tergolong tidak mampu dengan kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan, sangat tidak memungkinkan untuk menyembuhkan penderitaan yang dialaminya.
Awalnya Cory hanya bisa duduk dan berbaring ditempat tidur, itu pun dibantu oleh orang tua dan saudaranya, tubuhnya yang kurus dikarenakan kekurangan asupan gizi, Cory pun tidak berdaya dan tidak mampu bangkit dari keterpurukannya.

Mengetahui hal tersebut, pelaku GSC Negeri Amahai melakukan proses pendekatan partispatif dengan keluarga, salah satu hasil wawancara antara pelaku GSC dengan kedua orang  tua Cory, bahwa dirinya sangat ingin bersekolah seperti teman-teman sebayanya, dia juga ingin merasakan nikmatnya bangun pagi dan berangkat ke sekolah dengan mengenakkan seragam.

Harapan Orang Tua Untuk GSC
Dari hasil diskusi pelaku GSC dengan orang tua Cory, mereka sangat mengharapkan adanya bantuan dari program GSC di Negeri Amahai untuk bisa membiayai anak mereka baik dalam penanganan kesehatannya maupun mewujudkan cita-cita Cory agar bisa bersekolah .
Dari hasil pengkajian lapangan oleh pelaku GSC maka ditetapkan melalui prioritas Pendanaan kegiatan GSC untuk membantu Cory yang merupakan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).
Melihat kondisi Cory dengan kondisi ekonomi keluarga yang kurang mampu tersebut, maka pelaku negeri  melaporkan kondisi anak ini ke Kepala Desa kemudian dilanjutkan ke Fasilitator Kecamatan (FK) dan diteruskan lagi ke Tim Fasilitator Kabupaten. Setelah mendapat respon positif dari Fasilitator tingkat Kabupaten, FK dan Pemerintah Negeri maka Cory Pernaubun langsung diusulkan dan ditetapkan pembiayaannya pada layanan Kesehatan untuk kegiatan PMT Pemulihan dan pembiayaan Pendidikan yang dibiayai melalui Generasi Sehat Dan Cerdas Negeri Amahai.

GSC Turung Tangan
Pelayanan pertama yang diberikan kepada Cory adalah PMT Pemulihan yaitu pemberian susu, obat dan makanan berdasarkan rekomendasi yang dikeluarkan oleh Dinas Layanan Kesehatan, setelah interpensi penanganan kesehatan melalui PMT Pemulihan selama 90 hari, menunjukan adanya perkembangan dari asupan gizi yang ditangani selama proses berjalan
Setelah kondisi kesehatan Cory sudah mulai pulih, tindakan selanjutnya adalah mendaftarkan namanya di Sekolah, melalui Pembiayaan GSC, Cory sudah bisa bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) dengan biaya transportasi ojek setiap hari Rp.10.000 selama 1 tahun untuk berangkat kesekolah dengan jarak yang ditempuh adalah sekitar 5 KM. Untuk usulan biaya pendidikan berlanjut sampai ditahun 2014 dan 2015, namun biaya transportasinya meningkat menjadi Rp. 20.000.
 
Cory mendapat bantuan jasa ojek untuk mempermudah ke sekolah 
Harapan Yang Sirna
Cory Pernaubun anak mungil itu kini telah bersekolah, dari hasil pantauan pelaku GSC setelah melalui beberapa bulan dalam mengikuti pelajaran, Cory termasuk salah satu anak yang aktif dalam proses belajar, dia tampil dengan kemampuannya yang selalu berusaha keras untuk mengikuti pelajaran di Sekolah.
Tahun berganti tahun Cory selalu dipantau dan diperhatikan oleh pelaku GSC serta kedua orang tuanya, dengan mendapat hasil yang memuaskan yakni kaki dan tangan yang mulanya sulit untuk digerakan kini sudah bisa digerakan dengan mudah, sudah bisa merangkak sendiri, bermain dengan ceria bersama teman-teman sebayanya. 
Bahkan tubuhnya yang kurus dan lemah sudah mengalami pertumbuhan, Cory terlihat sehat, segar  dan bersemangat. Tidak sampai disitu saja kabar baik dari SLB tempat Cory menimba ilmu, ternyata dia termasuk anak yang pandai, lancar membaca dan menulis serta memiliki kreativitas yang tinggi
Terima Kasih ibu dan bapak pelaku GSC atas bantuan dan uluran tangan melalui biaya yang dibantukan par beta,  beta akan siap dan maju terus tanpa lelah menapakan kaki beta  ke sekolah untuk bisa berhasil dan bisa membantu kedua orang tua beta” , ungkap Cory Pernaubun setelah dikunjungi oleh Pelaku GSC Kecamatan Amahai berserta tim audit BPKP Perwakilan Provinsi Maluku pada April 2015 lalu.

Kontributor  : Pelaku GSC Amahai
Editing         : Dwi_Rus
Share: